Lifestyle

5 Cara Mendidik Anak agar Mandiri dan Berani

Cara Mendidik Anak agar Mandiri dan Berani

Pada saat anak berada di masa pertumbuhan dan perkembangan, pada saat inilah proses membentuk mental harus diajarkan. Hal ini dikarenakan pada saat dewasa, anak sudah mulai terbiasa untuk berani maupun mandiri. Berikut ini ada beberapa cara mendidik anak agar mandiri dan berani yang bisa Anda berlakukan secara bertahap.

1. Mengenalkan Dunia Luar

Cara pertama yang harus Anda lakukan sebagai orangtua adalah mengenalkan anak pada dunia luar. Kenalkan anak bagaimana keadaan jika anak tidak berada di rumah. Misalnya di sekolah, di lapangan olahraga, di rumah kerabat, atau taman bermain. Kenalkan semua hal yang anak lihat dan jelaskan mengenai hal tersebut. Bila perlu bandingkan dengan keadaan saat Anda bersama anak berada di rumah dan jelaskan dengan perlahan-lahan kepada anak.

2. Ajari Mengenai Risiko

Apabila anak mulai mengenal dengan dunia luar, biarkan anak mencoba bermain di taman sendiri misalnya. Jelaskan mengenai risiko apabila anak melakukan setiap kegiatan atau aktivitas. Ajarkan juga kepada anak cara berpikir dengan kreatif dan secara logis apabila menemui sebuah hambatan dalam setiap aktivitasnya. Dengan begitu, anak akan terbiasa mencari jalan keluarnya sendiri dengan mempertimbangkan segala risikonya.

3. Mendukung Keputusan Anak

Cara berikutnya agar anak mandiri dan berani adalah mendukungnya. Setiap keputusan yang dilakukan anak, cobalah untuk mendukungnya. Dengan begitu anak merasa ada pendukung dibelakangnya. Bukan malah sebaliknya yaitu melarang bahkan menjatuhkan.

 Apabila Anda sebagai orangtua telah mendukung, dampingi anak saat melakukan aktivitas. Jika Anda tidak bisa mendampingi, setidaknya Anda mengetahui tujuan, keputusan, aktivitas, risiko dan jalan keluar yang anak sampaikan.

4. Menghargai Setiap Pilihan Anak

Hal ini tidak kalah pentingnya dalam mendidik anak menjadi mandiri dan berani. Menghargai segala keputusan anak adalah penting untuk mentalnya. Terutama saat Anda tidak setuju atau tidak selaras dengan keputusan atau pilihan anak. Jangan sampai Anda terucap makna merendahkan dari kesimpulan, keputusan dan pilihan anak.

Hal ini bisa berdampak pada mental dan membuat sebaliknya, anak menjadi takut bahkan bisa menjadi pecundang dalam hidupnya. Pandangan hidup anak bisa menjadi tidak optimis dalam setiap hal. Pasalnya, anak merasa hendak melakukan kegiatan satu, anak tidak merasakan kesimpulan dan kegiatannya tidak dihargai, tidak didukung, justru malah direndahkan.

5. Taruh Kepercayaan Padanya

Kepercayaan adalah hal penting lainnya yang harus didapatkan oleh setiap anak. Orangtua adalah manusia yang pertama yang harus percaya dengan pilihan anak. Apabila anak sudah mengambil keputusan, dukung, hargai, dan percaya adalah langkah yang harus Anda terapkan dengan lapang dada. Hal ini dikarenakan kepercayaan merupakan bentuk lain dari rasa Anda memberikan rasa aman dan berani kepada anak.

Itulah beberapa cara mendidik anak agar mandiri dan berani yang bisa Anda terapkan secara pelan-pelan. Apabila Anda ingin melihat keseriusan dari sang anak, Anda bisa membiasakan dengan memberikan studi kasus misalnya anak harus bermain di teras rumah sendirian. Jika sudah, Anda bisa meningkatkan cara tersebut bertahap.