Kesehatan

Waspada Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Berbahaya

Waspada Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Berbahaya

Pernah mendengar istilah anemia aplastik? Ini adalah penyakit langka yang terjadi karena ada kelainan pada sumsum tulang. Akibatnya, organ tidak bisa menghasilkan sel darah yang cukup, baik sel darah putih, darah merah, trombosit, atau semuanya. Hal ini sangat membahayakan karena jika jumlah darah berkurang bisa menyebabkan penderita tidak tertolong.

Penyebab Anemia Aplastik

Ada dua penyebab anemia aplastik tergantung dari jenisnya. Jenis yang pertama adalah anemia aplastik keturunan. Kondisi ini disebabkan karena terjadi kelainan genetik yang sering terjadi pada usia remaja dan anak-anak. Seseorang yang mengalami anemia aplastik ini memiliki risiko terkena penyakit leukimia.

Jenis yang kedua adalah anemia aplastik nonketurunan. Jenis ini disebabkan oleh radiasi atau kemoterapi yang dilakukan pada masa pengobatan kanker, HIV, epstein-barr, racun kimiawi, dan pengaruh obat tertentu. Kondisi ini kerap terjadi pada orang dewasa.

Gejala Anemia Aplastik

Seseorang yang mengalami penyakit ini akan menunjukkan gejala jumlah darahnya berkurang. Secara umum, gejala yang biasanya dapat terlihat adalah luka sulit untuk sembuh, merasa kelelahan, pusing, kulit menjadi pucat, mudah memar, sakit kepala, sesak napas, jantung berdebar, sering mengalami pendarahan, dan mudah mengalami demam.

Pengobatan Pada Penderita Anemia Aplastik

  1. Transplantasi sel induk

Transplantasi sel induk memiliki tujuan untuk menyusun sumsum tulang kembali dengan sel induk dari donor. Metode ini saat ini masih dianggap sebagai pilihan terbaik untuk menangani penderita anemia aplastik. Metode transplantasi sel induk ini biasanya dilakukan kepada pasien yang memiliki usia mudah dan cocok dengan donor.

  1. Melakukan transfusi darah

Penanganan pertama yang bisa dilakukan untuk penderita anemia aplastik adalah dengan melakukan transfusi darah. Transfusi memang tidak bisa menyembuhkan penyakit ini. Namun, setidaknya dengan transfusi darah dapat meringankan gejalanya dan menyediakan sel-sel darah yang tidak dapat diproduksi sumsum tulang.

  1. Menggunakan imunosupresan

Cara kerja obat ini adalah dengan melemahkan sistem kekebalan dalam tubuh. Biasanya pengobatan ini dilakukan untuk orang yang tidak bisa menjalani transplantasi sumsum tulang karena alasan tertentu seperti kelainan autoimon. Imunosupresan bisa menekan aktivitas sel-sel imun tubuh yang merusak sumsum tulang sehingga bisa membantu untuk menghasilkan sel-sel darah baru.

  1. Memberikan antibiotik

Anemia aplastik bisa menurunkan sistem imun tubuh karena jumlah sel darah putih yang semakin lama semakin berkurang. Ini membuat penderitanya mengalami infeksi. Untuk mencegahnya, biasanya dokter akan memberikan antibiotik atau antivirus. Semua ini tergantung dengan penyebab dari infeksinya.

Itulah beberapa informasi mengenai anemia aplastik yang perlu Anda ketahui. Jangan pernah menganggap remeh penyakit ini. Sekali Anda melihat seseorang mendapat gejala penyakit ini, Anda harus segera melakukan tindakan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.